Apakah ini pilihanku?

Terkadang hidup didunia ini banyak pilihan. Ingin menjadi apapun kemudian hari adalah suatu pilihan, dan tidak menjadi apa-apa atau tidak berbuat apa-apa itu juga suatu pilihan. Apapun kondisinya saat ini,mari kita mulai berpikir untuk memajukan sesama dan memberi kebaikan untuk sesama, mungkin dari sebagian orang mempunyai bakat untuk menjadi “seseorang” yang mepunyai panggilan  jiwa jadi  seorang wirausaha dan mungkin dari sebagian orang memiliki panggilan jiwa pengabdian dan mungkin beberapa orang juga memiliki panggilan  jiwa keduanya.

Tuhan sang pencipta maha adil dan maha besar, menjadikan umat manusia secara bergolong-golongan & berkaum-kaum, dan saya yakin itu ada maknanya yakni untuk saling mengisi kekosongan yang ada di dunia ini.Tidak mungkin semua orang menjadi pengusaha/pebisnis semua, atau semua orang menjadi pegawai semua, dan kami yakin ini ada panggilannya masing-masing.

Menjadi pemodal, pengusaha, profesional ataupun pegawai itu adalah pilihan.

Alam semesta telah diatur oleh sang pencipta, dan penduduk isi dunia ini tentunya sudah diatur juga oleh sang pencipta, sehingga apapun pekerjaan kita, itu adalah pilihan dan tidak ada yang menjamin dengan memilih satu pilihan itu akan sukses luar biasa atau gagal. Kami yakin hanya ada orang-orang top dalam pekerjaannya akan mendapatkan imbalan yang luar biasa.

Dalam halaman ini saya mungking akan lebih banyak memberikan tulisan atau membuat rekaman video yang akan dibutuhkan memilih pekerjaan sebagai seorang pengusaha, karena di tahun 2016, menurut data BPS Indonesia, jumlah pengusaha indonesia telah mencapai 3.1% dari 225 juta penduduk Indonesia. Saya yakin jumlah pengusaha ke depannya akan bertambah seiring dengan pesatnya perkembangan tekhnologi dan internet yang membuat orang Indonesia semakin mudah untuk mengakses informasi menjalankan pekerjaannya sebagai pengusaha.

Menurut Lesther Thurow bertapa pentingnya arti entrepreneur itu yakni  ” There are no institutional substitute for individuals entrepreneutial change agen.The entrepreneurial winners of the game become wealthy and powerful,but without entrepreneur, economic become poor and weak. The old will not exit; the new cannot enter “

Terus bagaimana memulainya?

Butuh keberanian untuk menjadi seorang pengusaha, namun berani saja tidaklah cukup untuk menjadi sosok pengusaha yang tangguh dan berhasil, memerlukan 1 % keberanian dan 99% kerjakeras, mungkin begitulah kiranya menjadi pengusaha itu. Pengusaha adalah sebagai agen perubahan masa depan dan bahkan sebagai agen perubahan bagi negara. Untuk memberikan manfaat yang banyak kepada setiap orang yang ada maka menjadi seorang pengusaha yang berhasil adalah suatu keharusan,kewajiban dan suatu tantangan bagi kita, sehingga kita akan dapat memberikan teladan,dan arahan kepada banyak orang untuk mengikuti jejak-jejak sukses yang telah dibuatnya.

Strategi dalam berbisnis sangat banyak, namun yang paling mudah untuk menjadikan suatu bisnis itu berhasil sampai 98% adalah bekerjasama dengan orang yang terbaik dibidangnya.

Menurut statistik menyatakan bahwa jika kita melakukan  kerjasama dagang kepada orang  tanpa pengetahuan apa yang dilakukannya kemungkinan berhasil hanya 4%, jika kita bekerjasama dengan yang ahli dibidangnya dan kita mempunyai modal yg kuat kemungkinan berhasil 60-70% dan jika kita bekerjasama dengan orang yang terbaik dibidangnya terutama terbaik di dunia,kemungkinan berhasil sampai 98%.

Jadi untuk menjadi pengusaha bahan bakar yang utama adalah keberanian, namun bahan bakar itu harus selalu dicek dan dipadukan dengan strategi lain agar berhasil.salah satunya adalah bekerjasama dengan orang yang terbaik dibidangnya, namun jika kita tidak bisa bekerjasama dengan orang yang terbaik dibidangnya maka kita harus bisa meneladani mereka, jika tidak bisa meneladani mereka, cari buku dan pengetahuan yang mereka buat dari pemikiran mereka, jika itu tidak ada mulailah meluangkan waktu untuk bekerja kepadanya.

Seperti cerita Howard Schultz dalam bukunya Pour your heart, pemilik dan CEO  Starbuck coffe mencari cara agar dapat belajar dari pendiri starbuck. Pada awalnya dia datang ketempatnya untuk mengamati, namun dengan mengamati dia rasa kurang maka dia memberanikan diri keluar dari pekerjaannya yang bergaji tinggi dan pindah pekerjaan ke dalam Starbuck untuk belajar dari dalam.Setelah usahanya yang keras dan didorong kemauan untuk berhasil maka dia menyelami dan melarutkan diri dalam belajar apa yang dilakuakn Starbuck sehingga dapat memiliki coffe yang enak dan laku dijual.

Begitulah kiranya, untuk menjadi seorang pebisnis, berani saja tidak cukup namun harus mempunyai strategi yang hebat,salah satunya dengan bekerjasama dengan yang terbaik didunia.Teladani pemikiran mereka, lakukan sarannya dan bekerja sepertinya, Niscaya kita akan menjadi pebisnis yang tangguh dan berhasil dibidangnya

Terimakasih telah membaca artikel ini dan Terimakasih saran-saran yang diberikan

Salam berbagi pasar !

Maulana Adrian S

 

%d blogger menyukai ini: